Hanya sebuah kisah perjalanan sederhana... untuk menjadi yang baik bukan yang terbaik :D
Thursday, 29 September 2011
Update kebunku yang terakhir...
Last weekend kemaren - aku sempatkan diri untuk berkebun walaupun sedang hujan. Iya.. sengaja biar basah - basahain dikit as aku harus mulai memperhatikan kondisi kebunku gitu lho...Ibaratnya orang itu tanaman sedang dalam masa pertumbuhan (cieeeeeee..cieeeeeee) - jadi harus betul - betul diperhatikan banget as kalau ndak? Dijamin bakalan amburadul pisan!
Tapi cenangggggggggg banget hatiku waktu lihat tanamanku mulai menampakan hasil. Contohnya seperti Chinese greens ku seperti causim, bokchoy.. tumbuh dengan baik.. rapih pula seperti gambar di atas.
Bunga puun tomat
Aku juga melihat bahwa tanaman tomatku sudah ada yang mulai berbunga.. yang berarti sebentar lagi bisa berbuah? hi..hi.. Langsung aza dech.. aku "cagrak" supaya nanti tidak keberatan buah dan jatuh ke tanah. As kalalu ndak malah bisa jadi penyakit!
Yang paling senang mah sewaktu melihat si purut ama si radish..
Bunga si purut
Wuih.. kayaknya eike bakalan panen si purut nantinya! As aku lihat banyak batangnya yang mulai menampakan bunga dan cikal bakal buah.. Dan yang jelas.. memang harus dirawat dengan apik as kalau tidak - duh..bisa dihinggapi hama yach? Siipppppppp... ndak sabar menunggu hasil buahnya euy;
Radish yang mulai mengintip!
Si radish sendiri - aku lihat sudah mulai tampak bahkan kemaren sudah dipanen ama si Bb dan dibuat salad! Rasana? Enak dan segar.. serta yang jelas.. bangga banget bisa menikmati hasil kebun sendiri!
So.. benaran yach kata orang - walaupun kadang capek dan melelahkan tapi yang namanya berkebun? Bisa memberikan kepuasan tersendiri. Apalagi jika hasilnya bagus - bagus? :D Semoga.. kali ini eike bisa menikmati panen yang baik yach?
Bottle brush
Ini tanaman termasuk native plantnya benua Australia. Jadi menanamnya toe mudah banget, ndak perlu air banyak - bisa tahan tumbuh di musim panas sekalipun.
Foto ini aku ambil dari halaman depan rumahku. Aku toe senang banget sewaktu tahu bahwa warnanya itu ngepink. He?? Kenapa? Yup.. karena warna pink itu cukup langka! Yang banyak itu merah atau putih. Tapi begitu tahu warna pink - waaaaaaaaaah langsung dech jejingkrak-an. Biarpun angin sedang bertiup cukup kencang.. tidak menghentikan niatku untuk menjepret.
Yang jelas aku perhatikan nich yach.. kalau menanam native plants itu - mengundang banyak datangnya burung.. betulan dech. kayaknya mereka toe suka banget :D Jadinya suasana rumah toe terasa nyaman dan ramai tapi juga tentram dan damai.
Foto ini aku ambil dari halaman depan rumahku. Aku toe senang banget sewaktu tahu bahwa warnanya itu ngepink. He?? Kenapa? Yup.. karena warna pink itu cukup langka! Yang banyak itu merah atau putih. Tapi begitu tahu warna pink - waaaaaaaaaah langsung dech jejingkrak-an. Biarpun angin sedang bertiup cukup kencang.. tidak menghentikan niatku untuk menjepret.
Yang jelas aku perhatikan nich yach.. kalau menanam native plants itu - mengundang banyak datangnya burung.. betulan dech. kayaknya mereka toe suka banget :D Jadinya suasana rumah toe terasa nyaman dan ramai tapi juga tentram dan damai.
Lavender ungu...
Aku toe emang demen banget ama bunga yang satu ini.. entah kenapa yach?? Wanginya yang khas.. bahkan kadang buat aku bisa membantuku jika aku sedang pusing he..he..
Tapi yang jelas.. tanaman ini seperti mudah tumbuh dan menyebar. Hm.. aku ingat bahwa dulu hanya punya satu pohon. Aku kira sudah bakalan mati as udah sekarang banget pas sedang musim panas yang super duper panas. Eh.. ndak tahunya? Malah tumbuh dengan subur dan riangnya! Bahkan sekarang punya lebih dari satu pohon :D Hebat yach?? :D
Ah.. lavender.. lavender ungu.. bukan saja warnamu yang menarik hatiku tetapi juga harummu...
Tapi yang jelas.. tanaman ini seperti mudah tumbuh dan menyebar. Hm.. aku ingat bahwa dulu hanya punya satu pohon. Aku kira sudah bakalan mati as udah sekarang banget pas sedang musim panas yang super duper panas. Eh.. ndak tahunya? Malah tumbuh dengan subur dan riangnya! Bahkan sekarang punya lebih dari satu pohon :D Hebat yach?? :D
Ah.. lavender.. lavender ungu.. bukan saja warnamu yang menarik hatiku tetapi juga harummu...
Bunga di kantor
Banyak orang yang selalu berpendapat bahwa bekerja di kantor itu bisa bikin sutrisno.. stress.. cepat tua dan sebagainya. Well.. tanggapan itu ada benarnya dan juga ada salahnya. Buat aku sech.. kerja di manapun itu sama saja. Ada plus minusnya gitu lho! Tapi yang jelas.. aku enjoy dengan pekerjaanku di kantor ini.. selain orangnya toe fun banget, pimpinanya baik dan care sama kita tapi di samping itu - aku juga masih bisa mengembangkan hobbyku yang lain. Contohnya yach menjepret.
Foto - foto di postinganku ini aku ambil dari taman yang ada di bagian tengah gedung kantorku.. Keren tokh??
Aku mengambilnya sewaktu jam makan siang ama temanku si Valerie Faaola. Doski toe kayaknya cukup kagum (berat malahan!) melihat aku toe temannya kok bisa yach masih melakukan ini dan itu! Padahal tugas di kantor sendiri sudahlah amat sangat menyiksa. Aku bilang yach.. tergantung kitanya sendiri. Mau tidak ngejalaninnya??
Nggak boong bahwa yang namanya membagi waktu itu cukup sulit. Selain pekerjaan yang full time, aku masih harus disibukan dengan berbagai kegiatan ini dan itu. Tetapi seperti kataku - selama aku masih ada waktu dan diberikan kesempatan - mengapa tidak tokh?? Semuanya khan berpulang pada diriku sendiri. Mau tidak untuk belajar disiplin.. mau tidak untuk belajar time management yang baik... tidak buang waktu dsb..Kalau mau - yach.. semoga bisa melakukan semuanya dengan baik yach? :D
Menyendiri dulu yackkkkkkkkkkk :D
Iya.. aku putuskan untuk menyendiri dari dunia maya alias.. menutup diri dulu dalam dunia FB maupun dari account MPku.. Eh.. bukannya akan menutup account lalu kabur lagi - bukan! Cuman.. aku toe lagi dan harus konsentrasi tinggi dengan pekerjaanku untuk saat ini.
Well.. untuk bulan ini dan bulan depan - terus terang aku merasakan agak berat yach. Kalau untuk pekerjaanku sebagai finance administrator sich tidak terlalu berat karena menurutku - tim Sydney kembali bisa meraih target untuk bulan September ini. Tutup bulan nanti adalah tanggal 4 October 2011 pas bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke 39 (duh.. makin maniez aza mbak wkkk...wkkk:D).
Cuman.. yang berat itu adalah ketika besoknya aku toe harus konsentrasi di financial reporting untuk eksternal clientku itu lho! Ember.. khan ceritanya aku sekarang sudah diperbolehkan belajar memegang client luar alias tidak harus melulu urusan dengan timku doank. Nach.. buat aku toe - yang namanya hal baru - tetap aza ngejelimet dan bikin mumet!
Sebetulnya reporting ini sech ndak baru soalnya udah hampir satu tahun aku memegang financial reporting ini cuman entah kenapa - aku masih belum bisa nge"click" dengan metodenya! Entah itu karena akunya yang OOn atau karena alasan yang lain?
Kendala yang aku hadapi adalah karena aku toe tidak memegang secara kontinu alias reporting ini hanya aku pegang setiap 4 bulan-an doank. Nach udah gitu lage nech.. tiap reporting toe selalu berubah -rubah! Khan jadinya eike tidak mudeng bow.. belum lagi aku harus betul - betul bisa membagi waktu dengan amat sangat baik antara kerjaanku di finance dan juga di eksternal client ini. Susah kadang untuk konsentrasi penuh. Lagi konsentrasi - nanti ada email untuk urusan finance. Akhirnya? Aku tunda lagi! Repot banget khan?
Itu sebabnya rencanaku untuk long wiken nanti bakalan ngedon di rumah as aku mau pelajari lagi dengan baik mengenai alur data dari financial reportingku ini.. supaya nantinya jauh lebih lancar.
Sekarang jelas khan mengapa aku off dulu dari dunia FB dan MP? Well.. selain sifat nyandu yang ruarrrrrrrrrrrr biasa.. lagian daripada nanti ada yang protes - "mbak.. kok aku inbox tidak dibalas? Atau kok mbak tidak pernah menyapa dsb..dsb" So.. lebih baik FBnya aku tutup dulu.. udah pamitan tadi ama sahabat - sahabatku...MPnya? Tetap aku buka tapi udah bilang kalau eike mau off dulu je...biar bisa konsentrasi.
Kalau blogspotku ini khan tidak banyak yang tahu jadina tidak repot untuk respond sana sini..jadi aku lebih leluasa untuk ngoceh ngalur ngidul tanpa harus pusing memikirkan balas membalas dulu :D
Ya wis.. mau balik gawe dulu.. habis itu mau belajar dech...
Cheers
Well.. untuk bulan ini dan bulan depan - terus terang aku merasakan agak berat yach. Kalau untuk pekerjaanku sebagai finance administrator sich tidak terlalu berat karena menurutku - tim Sydney kembali bisa meraih target untuk bulan September ini. Tutup bulan nanti adalah tanggal 4 October 2011 pas bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke 39 (duh.. makin maniez aza mbak wkkk...wkkk:D).
Cuman.. yang berat itu adalah ketika besoknya aku toe harus konsentrasi di financial reporting untuk eksternal clientku itu lho! Ember.. khan ceritanya aku sekarang sudah diperbolehkan belajar memegang client luar alias tidak harus melulu urusan dengan timku doank. Nach.. buat aku toe - yang namanya hal baru - tetap aza ngejelimet dan bikin mumet!
Sebetulnya reporting ini sech ndak baru soalnya udah hampir satu tahun aku memegang financial reporting ini cuman entah kenapa - aku masih belum bisa nge"click" dengan metodenya! Entah itu karena akunya yang OOn atau karena alasan yang lain?
Kendala yang aku hadapi adalah karena aku toe tidak memegang secara kontinu alias reporting ini hanya aku pegang setiap 4 bulan-an doank. Nach udah gitu lage nech.. tiap reporting toe selalu berubah -rubah! Khan jadinya eike tidak mudeng bow.. belum lagi aku harus betul - betul bisa membagi waktu dengan amat sangat baik antara kerjaanku di finance dan juga di eksternal client ini. Susah kadang untuk konsentrasi penuh. Lagi konsentrasi - nanti ada email untuk urusan finance. Akhirnya? Aku tunda lagi! Repot banget khan?
Itu sebabnya rencanaku untuk long wiken nanti bakalan ngedon di rumah as aku mau pelajari lagi dengan baik mengenai alur data dari financial reportingku ini.. supaya nantinya jauh lebih lancar.
Sekarang jelas khan mengapa aku off dulu dari dunia FB dan MP? Well.. selain sifat nyandu yang ruarrrrrrrrrrrr biasa.. lagian daripada nanti ada yang protes - "mbak.. kok aku inbox tidak dibalas? Atau kok mbak tidak pernah menyapa dsb..dsb" So.. lebih baik FBnya aku tutup dulu.. udah pamitan tadi ama sahabat - sahabatku...MPnya? Tetap aku buka tapi udah bilang kalau eike mau off dulu je...biar bisa konsentrasi.
Kalau blogspotku ini khan tidak banyak yang tahu jadina tidak repot untuk respond sana sini..jadi aku lebih leluasa untuk ngoceh ngalur ngidul tanpa harus pusing memikirkan balas membalas dulu :D
Ya wis.. mau balik gawe dulu.. habis itu mau belajar dech...
Cheers
Tuesday, 30 August 2011
Anakku = invenstasiku??
"Jangan lupa yach kamu nanti balas budi orang tua kamu kalau sudah berhasil! Harus itu! Kalau tidak kamu kualat sama papa dan mama!"
Kalimat itu sering kali aku dengar sewaktu aku kecil dulu bahkan ketika aku mau berangkat ke Australia. Papaku dengan tegasnya mengingatkan hal itu ke aku berulang kali bahkan berjuta kali. Intinya adalah bahwa kalau aku sudah berhasil nanti - aku tidak boleh lupa untuk menjaga kebutuhan finansial kedua ortuku. Hm....walaupun mungkin banyak yang bingung mengingat papaku adalah orang yang mampu. Bahkan sewaktu aku menceritakan hal ini ke suamiku -sewaktu kami baru menikah dulu.. si Bb (suamiku) tidak percaya. Yach.. dalam budaya orang barat - mana ada istilah anak balas budi yach??? Mana ada istilah bahwa anak harus menjamin kehidupan orang tuanya nanti? Apalagi jika orang tuanya adalah mampu?? No way! Lalu apakah budaya kita yang salah??
Hm.. sebetulnya kalau menurut aku - ini tidak hanya menyangkut masalah budaya semata tetapi tidak terlepas dari masalah ekonomi juga. Begini yach...kalau di Indonesia itu khan tidak ada yang namanya Social Security (atau jaminan sosial - maaf jika aku salah lho yach??) dari pemerintah jika kita sudah tua nanti?? Jadi yang ada, kita (atau lebih tepatnya orang tua) hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri. Istilahnya, kalau kitanya tidak pintar cari uang dan menjaga uang - hari tua kita bisa kalang kabut. Ke dokter harus bayar sendiri, mau apapun harus bayar sendiri. Betul tidak?? Kita harus menyiapkan biaya jika kita sampe masuk rumah sakit, katakanlah untuk operasi jantung dsb.. belum lagi untuk kebutuhan kita sehari - hari (makan katakanlah!). Kita khan harus menyediakannya sendiri.
Nach.. di lain sisi - tidak bisa dipungkiri - anak itu memerlukan biaya yang tidak sedikit (setidaknya kata papaku lho yach.. yang selalu berkata betapa beratnya biaya yang harus dia tanggung sejak aku masih kecil hi...hi). So... wajar saja dunk kalau orang tua nantinya mengharapkan balas budi dari anak - anaknya bukan? Lha wong sudah "dipelihara, dirawat dan diberi makan, disekolahkan hingga tingkat tinggi"? Khan bisa disebut - anak itu sebagai investasi juga khan?? Diberi pupuk dengan harapan nantinya bisa berbuah dan menghasilkan. Tokh.. ortunya juga akan bisa kena imbasnya bukan?
Hal itu tidak terjadi di dunia barat (atau katakanlah di Australia - setahuku!). Di Australia - memiliki sistem social security yang amat baik. Dalam pengertian - pemerintah akan menjaga kita hingga kita meninggal nanti (kasarnya gitu lho!). Contohnya nich - sesakit apapun kita walaupun kita tidak ada biaya - kita masih berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah :D
Begitu juga dengan hal makan. Katakanlah jika kita tidak bekerja, tidak punya uang - kita masih bisa untuk makan (walaupun jangan diharapkan untuk mendapatkan makanan yang super mewah!)Tapi istilah kasarnya - tidak ada sampe kita mati kelaparan gitu lho!
Di samping itu - di Australia itu setiap orang yang bekerja diwajibkan untuk memiliki "tabungan" hari tua yang dikenal dengan istilah "Superannuation" (disingkat Super). Contohnya aku ini - katakanlah gajiku sekarang toe Rp 100 juta - nach perusahaanku tempat aku bekerja itu diwajibkan oleh pemerintah Australia untuk memberikan aku 9% dari Rp 100 juta nanti sebagai superku. Jadi di sini kalau ada orang yang bilang bahwa gajiku adalah sekian - suka ditanya itu termasuk super atau tidak?
Kalau perusahaan kita tidak memberikan kita super - nanti perusahaan tempat bisa bekerja bisa didenda.
Apakah mereka rugi dengan memberikan kita super? Hm.. tidak lha yiaw - as mana ada perusahaan yang mau merugi hi..hi. Jadi.. uang super yang mereka berikan ke kita itu nantinya bisa mereka claim sebagai tax deductions (atau pengurangan beban pajak perushaan) :D Bagus khan sistemnya??? :D
So... dengan melihat kondisi seperti itu (wadohhhhhhhhhhhhhh bahasane bow!) - aku toe bisa mengerti jika ada ortu Indo yang bersikap seperti ortuku. Yach.. menurut aku - bukan hanya sekedar faktor budaya, kultur tetapi mungkin lebih ke faktor ekonomi yach??? :D
Lalu apakah aku terbebani dengan hal ini? Tentu saja tidak! Itu salah satu sebab mengapa buatku, bekerja itu penting sekali. Karena dengan bekerja, aku bisa menghasilkan sehingga bisa "mandiri" secara financial. Tidak bergantung pada si Bb - walaupun si Bb tidak berkeberatan. Cuman...aku lebih senang untuk membalas budi ortuku dengan hasil kerja kerasku sendiri...lebih enak aza rasanya :D
Kalimat itu sering kali aku dengar sewaktu aku kecil dulu bahkan ketika aku mau berangkat ke Australia. Papaku dengan tegasnya mengingatkan hal itu ke aku berulang kali bahkan berjuta kali. Intinya adalah bahwa kalau aku sudah berhasil nanti - aku tidak boleh lupa untuk menjaga kebutuhan finansial kedua ortuku. Hm....walaupun mungkin banyak yang bingung mengingat papaku adalah orang yang mampu. Bahkan sewaktu aku menceritakan hal ini ke suamiku -sewaktu kami baru menikah dulu.. si Bb (suamiku) tidak percaya. Yach.. dalam budaya orang barat - mana ada istilah anak balas budi yach??? Mana ada istilah bahwa anak harus menjamin kehidupan orang tuanya nanti? Apalagi jika orang tuanya adalah mampu?? No way! Lalu apakah budaya kita yang salah??
Hm.. sebetulnya kalau menurut aku - ini tidak hanya menyangkut masalah budaya semata tetapi tidak terlepas dari masalah ekonomi juga. Begini yach...kalau di Indonesia itu khan tidak ada yang namanya Social Security (atau jaminan sosial - maaf jika aku salah lho yach??) dari pemerintah jika kita sudah tua nanti?? Jadi yang ada, kita (atau lebih tepatnya orang tua) hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri. Istilahnya, kalau kitanya tidak pintar cari uang dan menjaga uang - hari tua kita bisa kalang kabut. Ke dokter harus bayar sendiri, mau apapun harus bayar sendiri. Betul tidak?? Kita harus menyiapkan biaya jika kita sampe masuk rumah sakit, katakanlah untuk operasi jantung dsb.. belum lagi untuk kebutuhan kita sehari - hari (makan katakanlah!). Kita khan harus menyediakannya sendiri.
Nach.. di lain sisi - tidak bisa dipungkiri - anak itu memerlukan biaya yang tidak sedikit (setidaknya kata papaku lho yach.. yang selalu berkata betapa beratnya biaya yang harus dia tanggung sejak aku masih kecil hi...hi). So... wajar saja dunk kalau orang tua nantinya mengharapkan balas budi dari anak - anaknya bukan? Lha wong sudah "dipelihara, dirawat dan diberi makan, disekolahkan hingga tingkat tinggi"? Khan bisa disebut - anak itu sebagai investasi juga khan?? Diberi pupuk dengan harapan nantinya bisa berbuah dan menghasilkan. Tokh.. ortunya juga akan bisa kena imbasnya bukan?
Hal itu tidak terjadi di dunia barat (atau katakanlah di Australia - setahuku!). Di Australia - memiliki sistem social security yang amat baik. Dalam pengertian - pemerintah akan menjaga kita hingga kita meninggal nanti (kasarnya gitu lho!). Contohnya nich - sesakit apapun kita walaupun kita tidak ada biaya - kita masih berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah :D
Begitu juga dengan hal makan. Katakanlah jika kita tidak bekerja, tidak punya uang - kita masih bisa untuk makan (walaupun jangan diharapkan untuk mendapatkan makanan yang super mewah!)Tapi istilah kasarnya - tidak ada sampe kita mati kelaparan gitu lho!
Di samping itu - di Australia itu setiap orang yang bekerja diwajibkan untuk memiliki "tabungan" hari tua yang dikenal dengan istilah "Superannuation" (disingkat Super). Contohnya aku ini - katakanlah gajiku sekarang toe Rp 100 juta - nach perusahaanku tempat aku bekerja itu diwajibkan oleh pemerintah Australia untuk memberikan aku 9% dari Rp 100 juta nanti sebagai superku. Jadi di sini kalau ada orang yang bilang bahwa gajiku adalah sekian - suka ditanya itu termasuk super atau tidak?
Kalau perusahaan kita tidak memberikan kita super - nanti perusahaan tempat bisa bekerja bisa didenda.
Apakah mereka rugi dengan memberikan kita super? Hm.. tidak lha yiaw - as mana ada perusahaan yang mau merugi hi..hi. Jadi.. uang super yang mereka berikan ke kita itu nantinya bisa mereka claim sebagai tax deductions (atau pengurangan beban pajak perushaan) :D Bagus khan sistemnya??? :D
So... dengan melihat kondisi seperti itu (wadohhhhhhhhhhhhhh bahasane bow!) - aku toe bisa mengerti jika ada ortu Indo yang bersikap seperti ortuku. Yach.. menurut aku - bukan hanya sekedar faktor budaya, kultur tetapi mungkin lebih ke faktor ekonomi yach??? :D
Lalu apakah aku terbebani dengan hal ini? Tentu saja tidak! Itu salah satu sebab mengapa buatku, bekerja itu penting sekali. Karena dengan bekerja, aku bisa menghasilkan sehingga bisa "mandiri" secara financial. Tidak bergantung pada si Bb - walaupun si Bb tidak berkeberatan. Cuman...aku lebih senang untuk membalas budi ortuku dengan hasil kerja kerasku sendiri...lebih enak aza rasanya :D
Goodbye! Aku memang egois!
Yup.. akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seorang yang egois banget. Bukannya kenapa cuman karena aku sudah merasa amat sangat letih dan capek yach menolong seseorang. Yach.. memang aku akui - akunya juga yang bersalah gitu lho.
Ok.. aku akan cerita yach mengapa? Boleh khan daku cerita as MPkhan salah satu tempat untuk curhat, curcol dsb hi..hi
Orang ini adalah mantan romoku sewaktu aku dulu tinggal di Tangerang. Hubunganku dengan beliau lumayan dekat (jangan salah sangka lho yach - aku tidak terlibat apapun dengan beliau!). Aku dekat dengan beliau karena aku sendiri khan tidak memiliki kakak, jadi.. sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. Kalau bisa aku bilang sech.. lebih banyak MUDIKA lain yang jauh lebih dekat dengan beliau.
Aniwe - setelah aku berangkat ke Australia, aku kehilangan kontak dengan beliau ini. Tapi setelah berusaha mencarinya ke sana sini - aku pun lanjut hubungan dengan beliau. Aku juga memperkenalkan beliau pada suamiku si Bb. Mereka bahkan sudah beberapa kali bicara di telepon (he..he..kagum punya suami yang bisa ngobrol bahasa Indonesia bow).
Dengar dari beliau - ternyata beliau itu sudah tidak lagi menjadi imam alias sudah keluar dari kehidupan imamatnya karena beliau bentrok dengan konggregasinya. Aku sendiri tidak begitu peduli karena memang antara aku dan beliau khan tidak ada hubungan apapun gitu lho. Who cares!
Cuman ada cumannya nich.. aku ini punya sifat jelek banget! Yaitu aku suka tidak tega dengan orang. Kalau orang susah sedikit, terus orangnya cerita ke aku - pasti aku tolong. Nach.. begitu juga dengan beliau ini.
Sejak aku kembali hubungan dengan beliau - aku juga membantu beliau secara financial mengingat beliau masih belum labil kehidupannya. Si Bb tahu akan hal ini. Bb tidak keberatan awalnya cuman Bb sudah mengingatkan agar aku tidak terlalu memanjakan beliau. Aku sempat ribut dengan Bb waktu itu aku bilang "Aku kasihan. Tidak tega karena bagaimanapun beliau mantan romoku. Lagian ini khan uang hasil kerjaku". Si Bb hanya bisa diam aza.
So.. mulailah aku membantu beliau. Jujur aza nech.. jumlahnya toe tidaklah sedikit. Cuman karena aku merasa iba dan kasihan - ya wislah tidak apa.
Hanya saja kenapa belakangan ini aku toe sudah merasa terbebani yach?? Aku pikir - kok kayaknya enak sekali gitu lho. Kenapa juga harus aku yang repot sementara aku khan bukan orang yang menyebabkan beliau toe keluar dari imamatnya? Aku hanya merasa karena beliau itu dulu romoku. Tapi yang membuat aku resah adalah - lho kemana dengan orang - orang yang dulu menyebabkan beliau keluar? Kok pada diam aza??
Terus nich aku pikir lagi - beliau ini tidak mau terbuka dengan saudara-saudaranya. Padahal di mataku - mereka cukup mampu. Alasan beliau adalah mereka tidak mau menjadi beban bagi keluarga besar beliau! Tapi lama - lama khan akunya jadi berat juga yach? Dulu beliau ada masalah, aku turun tangan (jumlah tidaklah sedikit!) - sakit sampe operasi - aku turun tangan, operasi yang terakhir - aku juga turun tangan. Belum lagi ini dan itu. Aku sech tadinya senang membantu tapi lama - lama yach capek juga.
Apalagi mengingat aku sendiri khan masih kerja dan cari uang setengah mati. Dan bebanku tidaklah sedikit. Akhirnya beberapa waktu yang lalu - aku pun pergi untuk pengampunan doa (sakramen tobat) di gereja Kathedral Sydney. Aku ungkapakan semuanya dan juga aku bilang aku minta ampun sama Gusti kalau misalkan aku sudah merasa tidak sanggup lagi. TErus Romo pembimbingku bilang "Kamu tidak salah. Kamu sudah menolong beliau cukup banyak. Itu sudah lebih dari cukup. Kamu tidak mungkin menolong semua orang khan karena kamu juga harus memperhatikan dirimu, suamimu dan keluargamu".
Aku pikir - benar juga apa yang dikatakan oleh romo pembimbingku. Dan aku pikir nich yach.. kalau aku terus - terusan memberikan bantuan - aku sebetulnya tidak mendidik dan menolong beliau. Melainkan menjadikan beliau bergantung sama aku bukan?
So.. akhirnya aku pikir lebih baik saying goodbye aza dech sama beliau. As bukannya kenapa - eike udah capek bow :D
Ok.. aku akan cerita yach mengapa? Boleh khan daku cerita as MPkhan salah satu tempat untuk curhat, curcol dsb hi..hi
Orang ini adalah mantan romoku sewaktu aku dulu tinggal di Tangerang. Hubunganku dengan beliau lumayan dekat (jangan salah sangka lho yach - aku tidak terlibat apapun dengan beliau!). Aku dekat dengan beliau karena aku sendiri khan tidak memiliki kakak, jadi.. sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. Kalau bisa aku bilang sech.. lebih banyak MUDIKA lain yang jauh lebih dekat dengan beliau.
Aniwe - setelah aku berangkat ke Australia, aku kehilangan kontak dengan beliau ini. Tapi setelah berusaha mencarinya ke sana sini - aku pun lanjut hubungan dengan beliau. Aku juga memperkenalkan beliau pada suamiku si Bb. Mereka bahkan sudah beberapa kali bicara di telepon (he..he..kagum punya suami yang bisa ngobrol bahasa Indonesia bow).
Dengar dari beliau - ternyata beliau itu sudah tidak lagi menjadi imam alias sudah keluar dari kehidupan imamatnya karena beliau bentrok dengan konggregasinya. Aku sendiri tidak begitu peduli karena memang antara aku dan beliau khan tidak ada hubungan apapun gitu lho. Who cares!
Cuman ada cumannya nich.. aku ini punya sifat jelek banget! Yaitu aku suka tidak tega dengan orang. Kalau orang susah sedikit, terus orangnya cerita ke aku - pasti aku tolong. Nach.. begitu juga dengan beliau ini.
Sejak aku kembali hubungan dengan beliau - aku juga membantu beliau secara financial mengingat beliau masih belum labil kehidupannya. Si Bb tahu akan hal ini. Bb tidak keberatan awalnya cuman Bb sudah mengingatkan agar aku tidak terlalu memanjakan beliau. Aku sempat ribut dengan Bb waktu itu aku bilang "Aku kasihan. Tidak tega karena bagaimanapun beliau mantan romoku. Lagian ini khan uang hasil kerjaku". Si Bb hanya bisa diam aza.
So.. mulailah aku membantu beliau. Jujur aza nech.. jumlahnya toe tidaklah sedikit. Cuman karena aku merasa iba dan kasihan - ya wislah tidak apa.
Hanya saja kenapa belakangan ini aku toe sudah merasa terbebani yach?? Aku pikir - kok kayaknya enak sekali gitu lho. Kenapa juga harus aku yang repot sementara aku khan bukan orang yang menyebabkan beliau toe keluar dari imamatnya? Aku hanya merasa karena beliau itu dulu romoku. Tapi yang membuat aku resah adalah - lho kemana dengan orang - orang yang dulu menyebabkan beliau keluar? Kok pada diam aza??
Terus nich aku pikir lagi - beliau ini tidak mau terbuka dengan saudara-saudaranya. Padahal di mataku - mereka cukup mampu. Alasan beliau adalah mereka tidak mau menjadi beban bagi keluarga besar beliau! Tapi lama - lama khan akunya jadi berat juga yach? Dulu beliau ada masalah, aku turun tangan (jumlah tidaklah sedikit!) - sakit sampe operasi - aku turun tangan, operasi yang terakhir - aku juga turun tangan. Belum lagi ini dan itu. Aku sech tadinya senang membantu tapi lama - lama yach capek juga.
Apalagi mengingat aku sendiri khan masih kerja dan cari uang setengah mati. Dan bebanku tidaklah sedikit. Akhirnya beberapa waktu yang lalu - aku pun pergi untuk pengampunan doa (sakramen tobat) di gereja Kathedral Sydney. Aku ungkapakan semuanya dan juga aku bilang aku minta ampun sama Gusti kalau misalkan aku sudah merasa tidak sanggup lagi. TErus Romo pembimbingku bilang "Kamu tidak salah. Kamu sudah menolong beliau cukup banyak. Itu sudah lebih dari cukup. Kamu tidak mungkin menolong semua orang khan karena kamu juga harus memperhatikan dirimu, suamimu dan keluargamu".
Aku pikir - benar juga apa yang dikatakan oleh romo pembimbingku. Dan aku pikir nich yach.. kalau aku terus - terusan memberikan bantuan - aku sebetulnya tidak mendidik dan menolong beliau. Melainkan menjadikan beliau bergantung sama aku bukan?
So.. akhirnya aku pikir lebih baik saying goodbye aza dech sama beliau. As bukannya kenapa - eike udah capek bow :D
Subscribe to:
Posts (Atom)










